Terimakasih bintang riang di langit yang telah mau mendengar sedikit keresahan dari manusia fana dibumi, meski kau bilangnya tak ada yang perlu diresahkan tentang bumi. Jika boleh jujur, ini bukan prihal sifana meresahkan bumi. namun ini prihal perjuangan antara jarak bintang riang di langit dan sifana di bumi.
Siapa yang tak mau mendoakan mereka bersama? Iyaaa sama, sesuai jawab mu, lalu tak sampai disitu, kita juga harus tetap berdoa dan terus usaha.
Bagaimana? Sekarang kita sudah sepakat bukan prihal keresahan itu?
kita akan selalu Bisa menjadi kita, boleh jadi dalam bentuk Bahagia Tangis dalam Tawa.
Sabtu, 26 Januari 2019
Selasa, 22 Januari 2019
Ocehan Masa
Dalam hidup, entahlah siapapun itu. Akan selalu ku ingat manusia² paham akan fase dimna gak semua kita hidup dalam lubang emas. Cepat atau lambat kita telah diperkenalkan dengan beberapa tokoh hebat dalam kehidupan. Yg tlah melewati sleksi alam dengan sabar. Kita telah berkenalan dengan wajah yang sebenarnya.
Lalu suatu saat nanti kita akan terus berjumpa manusia yang belum sadar akan itu semua. Beribu topeng bersandiwara dalam pesta membabi buta berburu mahkota. Bumi ini kejam karna penghuninya.
Terlebih lwan jenismu yg terlalu jahat dalam kata cinta itu. Dia apa kabar? Tentu saja kau antara marah dan cemburu jika tak lagi bersamanya. Jikapun masih, mungkin itu kebalikan, dia yang kau beri harapan akan kau apakan.
Aku masih berpikir, apakah hati diciptakan utk menerima rasa sakit di bumi? Atau hanya sekedar tempat pelampiasan, dari perasaan para bajingan, perasaan yg mulai tak masuk akal utk di bicarakan.
Entahlah sudah 2019. Kamu masih saja mengikuti ocehan ku? Terimakasih.
Lalu suatu saat nanti kita akan terus berjumpa manusia yang belum sadar akan itu semua. Beribu topeng bersandiwara dalam pesta membabi buta berburu mahkota. Bumi ini kejam karna penghuninya.
Terlebih lwan jenismu yg terlalu jahat dalam kata cinta itu. Dia apa kabar? Tentu saja kau antara marah dan cemburu jika tak lagi bersamanya. Jikapun masih, mungkin itu kebalikan, dia yang kau beri harapan akan kau apakan.
Aku masih berpikir, apakah hati diciptakan utk menerima rasa sakit di bumi? Atau hanya sekedar tempat pelampiasan, dari perasaan para bajingan, perasaan yg mulai tak masuk akal utk di bicarakan.
Entahlah sudah 2019. Kamu masih saja mengikuti ocehan ku? Terimakasih.
Langganan:
Komentar (Atom)
