Siapa yg tega mengubah kceriaan menjadi kemurungan, siapa yg tega membuat kebahagiaan menjadi kecemasan, siapa yg tega membuat kesenangan menjadi kesedihan.. Siapa? Apa harus sejahat itu. Yang kutakuti setelah semua cukup mengerti. Aku tak melihat lgi dunia ku sperti dulu, tak melihat lgi dunia ku tertawa, tak melihat lgi tertawa sesaknya, sesak karna tangisan bahagia. Biarlah kucoba pada dunia kecilku dulu, yg sudah memang cukup dewasa untuk tau, jika telah terlalu lama semua tersimpan dalam kalimat "bahagia tangis dalam tawa"..
kita akan selalu Bisa menjadi kita, boleh jadi dalam bentuk Bahagia Tangis dalam Tawa.
Senin, 29 Februari 2016
Rabu, 10 Februari 2016
Si Mulut Bisu.
Ketika kita sering berpikir, dan terus berpikir sehingga mengeluarkan pikiran terbaik, dan hingga saat itu pun masih terus berpikir.
Jika ada yang menanyakan kenapa cukup banyak kata² yang dapat kau candakan dalam tulisan atau ketikan mu? Aku berpikir, dan aku mencoba untuk menjawab.
Maaf jika jawaban ku sering dikatakan orang kebohongan besar dalam hidup ku.
Dan maaf juga jika mulutku kadang bisu untuk berbicara. jika ku logikakan, Disaat aku berpikir dengab kepala ku, energi di kepala ku semua ikut berpikir sehingga membuat mulut ku tak terbagi energi dan bisu.
Dan akan ku jawab jika disaat aku bisa berbicara hebat maka disaat itu pula aku sedang tidak berbuat hebat untuk membuat candaan dalam tulisan dan kalimat ku.
Bahkan Tuhan telah menciptakan manusia dengan dua tangan, dua telinga, dua mata, dll, dan satu mulut untuk berbicara.
Dan jika ada orang yg mananyakan itu padaku. Akan kutanyakan kembali apa alsan ku untuk banyak berbicara sekrang?
Maaf kan jika aku salah dalam kalimat-kalimat candaan ku.
Apa ketika melihat dan mendengar dunia di sekitar ku, aku harus langsung mengulang² berbicara agar semua bisa mengetahui apa perasan yg telah di tangkap oleh mata dan telinga ini? Bukan kah energi itu lebih baik untuk ku simpan dan ku buatkan tulisan atau ketikan candaan melalui dua tangan yg selalu membantu hidup ku.
Dan jika boleh kupikir lagi cukup banyak ketajaman lidah yg bisa membuat banyak hati tersabit-sabit.
Cukup banyak kata² yg tak bisa kutarik kembali setelah ku ucapkan. Cukup banyak kata maaf yg harus kupulangkan.
Dan kau tau kenapa itu? Itu karna logika ku lebih baik jika kulepaskan melalui pikiran yg daur oleh hati lalu di perintah oleh otot tubuh ku untuk kulepas melalui dua tangan dalam tulisan atau ketikanku, daripada berfikir dan dilanjutkan dengan mulut tajam ku, alangkah baiknya jika biarkan saja mulut itu sedikit bisu. Biarkan saja sedikit diam. Dan biarkan mulut2 hebat mereka berbicara dengan ketajamannya.
Mata telingaku pernah tahu jika membaca untuk mengenal dunia dan menulis untuk di kenal dunia. Tapi mata telinga ku tak pernah tahu tentang "berbicara". Mungkin saja aku yg belum tahu.. #kalimatcanda #sigamitam