Rabu, 28 Desember 2016

Tentu Itu Rindu

Aku rindu, saat protesnya kepada negara kenapa lampu kamarnya mati kala itu, yang padahal dia sedang bercerita tentang ketakutannya pada gelap.

Aku juga rindu saat dia menasehatiku, yang selalu ku abaikan. Aku rindu kala ia sakit, agar aku bisa mengingatinya makan teratur saat pagi.

Apa lagi saat ada pesan yang menceritakan tentang wonder woman yg takut suara petir saat badai di tengah malam.

Dan aku pun sangat rindu, membaca pesan yang tak singkat darinya, yang dimulai "tau apa".

Apa boleh aku rindu sekarang ?

Senin, 19 Desember 2016

Orang Gilaa

Tak masalah jika kau kelak tersenyum dan tertawa disudut sana bersamanya,

Tak masalah juga jika kau nanti melihat ku dengan ujung mata dan berpaling muka,

Dan yg perlu kau ingat jika nanti ada seseorang yang bahagia karna melihat senyum mu,
itu dia "ORANG GILA"

Orang gila yg masih ikhlas mencintaimu apa adanya, orang gila yang senang jika kau bahagia, orang gila yang selalu siap menjadi pelangi ketika hujan!!!..

Rindu

Wajahmu berbeda, gelisah, ada hal yang seharusnya kau ceritakan pada seseorang, dan seseorang itu, tentu bukan aku

Senyummu bukan begitu, aku sangat kenal, tapi itu dulu, dan telah menjadi masa lalu

Perasaan itu tentu rindu, entah kau yang rindu kampungmu, entah itu aku yang merindukan mu.

Semoga senyummu tak sebegitu lagi...

Jumat, 23 September 2016

Donya Bandum

Kali ini kukatakan sudah, bukan pada hidup, tapi pada dunia.

Banyak orang berfikir jika ia roda, pastilah ia bersiap-siap melewati rintangan di depan, entah itu debu hempasan dari pantai, entah itu batu hamparan dari gunung, boleh jadi itu hujan badai yg di bawa awan mendung gelap, atau itu angin kencang dari timur atau barat.

Dan jika kau roda, bukankah seharusnya yg paling kau takuti jika kau tak berputar lagi? Bukankah jika kau tak bisa lagi bergerak nantinya? Bukakah sesuatu yg jauh di dalam mu lebih perlu kau peduli.

Jika hari ini kau hanya fokus berfikir tentang rintangan hidup. Bagai mana jika kau mati sebelum hari itu tiba? Kira-kira bekal apa yang bisa kau bawa?

Allahuakbar..

Kamis, 08 September 2016

Pernah Kah Kawan

Pernah kah kawan, saat-saat dimana kau tak sengaja melihat senyum seseorang yang pernah dalam mimpimu, dan karna pagi yang tak sengaja itu pula kau merasa seperti hidup ini memiliki suatu impian baru.

Pernah kah kawan, saat-saat dimna kau merasa nyaman, nyaman karna kehadiran seseorang, seseorang yang bahkan baru sekedar memberi harapan padamu, meskipun kau tau itu palsu.

Pernah kah kawan, kau di bahagiakan olehnya? Lalu di kecewakan olehnya? Namun dia datang kembali. Tapi, hanya disaat dia sedang  butuh seseorang untuk di kecewakan.

Pernah kah kawan ?

Rabu, 13 Juli 2016

Antara kelemahan dan kekuatan..

Maafkan ak yg dulu..
Langkah ku terlalu kacau saat itu..
Hingga membuat pikiranku risau tak menentu..

Apa lagi di kala itu..
kau sedang seperti purnama bagiku,..
Yaa seperti purnama..,
purnama indah..
meski tertutup oleh awan..,
tapi ak bisa melihat keindahan itu..
Yg boleh jadi keindahan masa depan kita..
malah lebih indah di banding purnama di setiap malam ku..

Ak yakin kau takkan pernah membaca lagi ap yg ku tulis ini.. tulisan dari buah pikiran orang yg telah kau beri harapan pasti, tulisan dari orang yg telah kau ambil hatinya, dan tulisan orang yg kau kira terlalu mudah menemukan harapan dan kenyamanan..

Telah berapa tahun berlalu..
ak bahkan tak mengerti ap yg ku pikirkan..,
dan apa yg kau rasakan..

Dan akhirnya sekarang Aku telah lebih sadar untuk belajar menutup semua perasaan untuk purnama itu..

yg selalu ku harap bisa kembali..
Meskipun hanya separuh dari hati..

Selasa, 26 April 2016

SUPERMAN DAN BATMAN TEMANNYA SI PENGEMIS ?

Jangan pernah memberi lagi untuk pengemis. Kita tau jika pemerintah telah kewalahan mengatasinya. Kini giliran kita!!! Seribu dari anda maka 6 juta/bulan untuk mereka. Beri mereka hati, boleh jadi besok kita kehilangan jantung..

Sekarang kita mau menyalahkan siapa ketika begitu banyak pengemis yang telah menganggu kenyamanan ini, terutama diasaat waktu-waktu yang kita lewati di warung kopi terutama di daerah kita yaitu banda aceh.

Nah, sekarang kita menyalahkan pemerintah yang tidak memfasilitasi pengemis hingga mereka megganggu ketertiban mulai dari simpang jalan sampai tempat duduk minum kita. Jika di tanjau kembali apaka benar pemerintah tidak fokus terhadap pengemis-pengemis ini?

Disini saya tidak menggunakan data akurat dari pemerintah atau sebagainya. Tapi, saya hanya menggunakan logika.. mari sama-sama kita berfikir. Pernah bukan anda mendengar penggusuran para pengemis hingga ada yang telanjang karna di angkut ke mobil, ada yang di karantina, ada juga yang di fasilitasi dengan usaha. Yang intinya disini pemerintah telah melakukan beberapa cara untuk menertipkan mereka. Apa sekarang kita masih berbicara untuk saling menyalahkan?

          Yang cukup memperihatinkannya dimana animo masyarakat khusunya orang-orang yang membicarakan tentang pengemis tak berfikir secara logika yang lebih mendalam tentang hal ini. Artinya tidak ada yang sadar apa yang sedang dilakukan, boleh jadi mereka mengira dengan memberikan sedikit kecukupannya telah membantu orang-orang yang tidak mampu, boleh jadi juga mereka mengira telah menjadi superman atau betman yang telah menjadi pahlawan.

Jika boleh saya logikakan lagi dimana gaji dari PNS sekarang rata-rata berkisar 1,9 juta/bulan. Dan anda tau berapa pendapatan mereka jika kita logikakan, dalam 24 jam katakanlah meraka beroprasi 12 jam, dalam 1 jam nya mungkin saja mereka telah medatangi 6 warkop, dalam 1 warkop boleh jadi mereka mendapat kan 5 ribu minimalnya. Coba kita kalikan sekarang
5 x 6(warkop) = 30,  30 x 12(jam) = 360, 360 x 30(hari)  =10.800.000. mungkin ini yang kita kasihani selama ini..

          Tolong di kaji lagi kawan-kawan.. Bukankah kita sedang membuat bom waktu? yang kian lama akan membuat kota kita penuh dengan orang-orang yang menganggap dirinya orang yang terbaik, yang telah membudidayakan orang-orang untuk termotivasi hanya dengan meminta-minta.

          Sampai kapan kita terus berbicara dan saling menyalahkan? Sampai kapan kita menyalahkan pelayan masyarakat? Sampai kapan kita menyalahkan mereka yang mengemis? Bukan kah yang patut disalahkan adalah orang-orang yang menjadi superman dan betman yang terus merakit BOM WAKTU!!!! 

BOMM!!!

Jumat, 22 April 2016

Menangislah Sampai Bahagia..

Postingan ini bukan karya ku, tapi karya yg cukupbsayang buat kawan2 lewatkan..

Puisi karya Bg Raditya Dika :

https://m.youtube.com/watch?v=SfuQeHA0r64

Kepada orang yang baru patah hati
Persilahkan dirimu bersedih. Para orang punya pandangan yang aneh tentang bersedih. Seakan-akan bersedih adalah hal yang tabu, seakan kamu harus buru-buru tertawa. Setelah hal buruk menimpah, tapi tidak ! Seperti hujan di tepi senja, kamu harus membiarkan setiap sendu yang ada.
Setiap kematian butuh peratapan, begitu pun cinta yang telah mati, maka lakukanlah apa yang orang patah hati lakukan. Menangis hingga tidak bisa mendengar suaramu sendiri, makan coklat sebanyak-banyaknya, mandi air panas hingga jarimu pucat, pergi ke kafe dengan tatapan nanar, pesan satu buah es teh manis karena kopi mungkin terlalu pahit untuk diminum disaat seperti ini. Izinkanlah dirimu bersedih. Menangislah seakan ini terakhir kalinya kamu dikecewakan seseorang. Menangislah seakan kamu lupa caranya berharap.

Kepada orang yang baru patah hati
Setelah kamu bosan bersedih. Inilah saatnya kamu mengangkat dirimu kembali. Mulai dengan hal yang mudah, kamu bisa mulai coba mengambil gitar dan mengambil nada-nada mayor yang bahagia. Ambil piano dan bermain soneta yang indah, atau jika kamu tidak bisa bermain musik lihatlah dirimu didepan cermin dan bersenandunglah. Lalu diantara nada-nada itu bisikkan kepada dirimu sendiri "Aku pantas untuk bahagia".

Kepada orang yang baru patah hati
Selalu ada teman untuk menemani kamu, pergilah bertemu teman mu. Tertawalah sampai lupa waktu. Tanyakan kabar teman yang lain, pamerlah keberhasilanmu dibidang-bidang yang kamu suka. Dan jika memungkinkan nongkronglah sampai kamu di usir dari tempat itu, emang sih kenangan terhadap dirinya kadang masih sering menganggu.
Tempat yang kalian pernah datangi tidak akan terasa sama. Teman yang belum tau mungkin akan menghampirimu dan bertanya "Si dia mana ya ?", yang kamu akan balas dengan senyum tipis, entah bagaimana menjawabnya. Tapi percayalah satu hal semua ini akan berlalu, sama seperti hal lain di dunia, semua hal buruk pasti akan beranjak pergi, hujan pasti akan terganti langit biru, gelap pasti terganti terang, dan luka pasti terganti dengan senyuman tipis dibibirmu.

Kepada orang yang baru patah hati
bersabarlah, karena di setiap gelap ada cahaya kecil, karena disetiap sakit ada pembelajaran, karena kamu pantas untuk bahagia kembali. 

Senin, 14 Maret 2016

Lebih Ikhlas Di Lupakan !!!

Terimakasih, utk orang pernah hadir jika pun hanya sejenak, yang kadang hanya sebuah senyum, kadang pun hanya bertatapan, dan boleh jadi hanya sekedar jabat tangan dan setelah itu kau pergi entah kmna.. sekecil apapun keiklasan itu, telah kusimpan dalam dasar hati ini,  hanya saja aku pinta pada mu, jangan pernah mencari lagi apa yang kau iklaskan. Karna semua ke iklasan itu telah tertanam dan kusiram dalam hati ini, yang jika kau kembali nanti.., kupersilah kan kau untuk memetik semua hasil. Hasil dari sekedar harapan yang pernah iklas kau berikan, namun lebih iklas kau lupakan..
.
.
#belajarnulis #sigamitam #janganbaper

Senin, 29 Februari 2016

Bahagia tangis dalam tawa

Siapa yg tega mengubah kceriaan menjadi kemurungan, siapa yg tega membuat kebahagiaan menjadi kecemasan, siapa yg tega membuat kesenangan menjadi kesedihan.. Siapa? Apa harus sejahat itu. Yang kutakuti setelah semua cukup mengerti. Aku tak melihat lgi dunia ku sperti dulu, tak melihat lgi dunia ku tertawa, tak melihat lgi tertawa sesaknya, sesak karna tangisan bahagia. Biarlah kucoba pada dunia kecilku dulu, yg sudah memang cukup dewasa untuk tau, jika telah  terlalu lama semua tersimpan dalam kalimat "bahagia tangis dalam tawa"..

Rabu, 10 Februari 2016

Si Mulut Bisu.

Ketika kita sering berpikir, dan terus berpikir sehingga mengeluarkan pikiran terbaik, dan hingga saat itu pun masih terus berpikir.

Jika ada yang menanyakan kenapa cukup banyak kata² yang dapat kau candakan dalam tulisan atau ketikan mu? Aku berpikir, dan aku mencoba untuk menjawab.

Maaf jika jawaban ku sering dikatakan orang kebohongan besar dalam hidup ku.
Dan maaf juga jika mulutku kadang bisu untuk berbicara. jika ku logikakan, Disaat aku berpikir dengab kepala ku, energi di kepala ku semua ikut berpikir sehingga membuat mulut ku tak terbagi energi dan bisu.
Dan akan ku jawab jika disaat aku bisa berbicara hebat maka disaat itu pula aku sedang tidak berbuat hebat untuk membuat candaan dalam tulisan dan kalimat ku.

Bahkan Tuhan telah menciptakan manusia dengan dua tangan, dua telinga, dua mata, dll, dan satu mulut untuk berbicara.

Dan jika ada orang yg mananyakan itu padaku. Akan kutanyakan kembali apa alsan ku untuk banyak berbicara sekrang?
Maaf kan jika aku salah dalam kalimat-kalimat candaan ku.
Apa ketika melihat dan mendengar dunia di sekitar ku, aku harus langsung mengulang² berbicara agar semua bisa mengetahui apa perasan yg telah di tangkap oleh mata dan telinga ini? Bukan kah energi itu lebih baik untuk ku simpan dan ku buatkan tulisan atau ketikan candaan melalui dua tangan yg selalu membantu hidup ku.

Dan jika boleh kupikir lagi cukup banyak ketajaman lidah yg bisa membuat banyak hati tersabit-sabit.
Cukup banyak kata² yg tak bisa kutarik kembali setelah ku ucapkan. Cukup banyak kata maaf yg harus kupulangkan.
Dan kau tau kenapa itu? Itu karna logika ku lebih baik jika kulepaskan melalui pikiran yg daur oleh hati lalu di perintah oleh otot tubuh ku untuk kulepas melalui dua tangan dalam tulisan atau ketikanku, daripada berfikir dan dilanjutkan dengan mulut tajam ku, alangkah baiknya jika biarkan saja mulut itu sedikit bisu. Biarkan saja sedikit diam. Dan biarkan mulut2 hebat mereka berbicara dengan ketajamannya.

Mata telingaku pernah tahu jika membaca untuk mengenal dunia dan menulis untuk di kenal dunia. Tapi mata telinga ku tak pernah tahu tentang "berbicara". Mungkin saja aku yg belum tahu.. #kalimatcanda #sigamitam

Minggu, 03 Januari 2016

Jangan Lupakan Kita..

Bagaimna pun nanti kita tetap akan menjadi kita seperti pertama jumpa kawan, seperti pertama kita diduduki di bawah pohon rindang yang telah cukup tinggi sekarang.

Mungkin sekarang satu persatu telah hilang pada waktunya, satu persatu pergi dengan kesibukannya, dan satu persatu telah punya komitmen yg lebih baik dari sebelumnya.

Aku sangat yakin jika kita bukan orang yang akan sangaja lari untuk di kejar, dan sangaja datang untuk pergi, tapi kita nantinya adalah orang yang sengaja pergi untuk mencari jati diri, dan sengaja berlari untuk kembali.

Apapun itu yg kusemoga kan kita akan sukses pada waktunya, dan akan ada waktu nantinya untuk bersama disaat sukses kita,
bersama disaat sukses nanti..